UX Design

User Experience Design. Kebutuhan anda tentang sebuah website atau produk harus mampu berbicara langsung pada end-user tentang siapa dan apa product anda.

Website adalah personifikasi diri. Sebuah proses yang tidak berkesudahan untuk menberi image siapa anda.

UX design atau disebut user experience design seringkali disamakan dengan UI atau User Interactive. Meskipun keduanya saling berkaitan namun berbeda.

Apa itu User Experience Design?

Sebetulnya saya agak sulit menterjemahkan User Experience Design dengan tepat. Sehingga saya lebih suka menggunakan istilah dalam bahasa aslinya agar tidak salah dalam memahami konteks.

User Experience (UX) adaah hubungan antara produk dan orang yang menggunakannya. Itu sebabnya design produk akan lebih fokus pada pembuatan produk yang dapat digunakan dan dinikmati oleh seseorang dengan mudah.

User Experience Design adalah tentang bagaimana memenuhi kebutuhan pengguna produk tanpa harus mengalihkan perhatian mereka dari keseluruhan pengalaman terhadap produk”

Cerita yang anda berikan kepada pengguna harus berbicara secara langsung tanpa harus ada jargon atau citra yang akan mengalihkan pengguna dari produk.

There is definitely a sweet spot between supporting the process and overcomplicating it! Research, trying, testing, iterating, and testing again. That’s UX design—your job is never done. The story you’re presenting is always developing along with your products.” — Hazel Watts, UX Content Specialist.

Apa yang dilakukan seorang desainer UX?

User Experience Design (UX) akan memastikan suatu produk dapat dirasakan dan digunakan oleh pengguna. Itu sebabnya, designer akan bekerja dari awal untuk memastikan produk dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman yang ingin dirasakan oleh pengguna.

Desainer akan melakukan branding, navigasi, konten, dan memastikan semua elemen ini terikat dengan produk agar hasil akhir bisa mengalir dengan lancar dan menyenangkan baik pagi pemilik produk ayau pengguna.

Hasil dari desainer UX harus membuat pengguna tertarik, bersedia membayar, dan dapat menggunakan produk. Pembaruan dan penyesuaian yang dilakukan desainer UX pada produk harus langsung memberikan pengalaman positif bagi pengguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *