Bigbang, Apa Yang Terjadi Setelahnya

apa yang terjadi setelah bigbang

Ayahbang | Bigbang adalah ledakan besar awal mula segala sesuatu. Pada mulanya adalah ketiadaan. Tiada ruang, tiada waktu dan tidak ada apapun selain apap yang kita percaya sebagai Sang Pencipta, Pengatur, Partikel Cerdas atau apapun yang anda sebut berdasarkan budaya dan keyakinan anda sendiri.

Alam semesta ini terbntuk dari rangkuman atom. Tatanan di dalam struktur atom itu mengatur segenap alam. Dengan atom dan partikelnya yang bergerak dengan aturan tertentu, gunung-gunung tidak tercerai-berai, tanah tidak terurai, langit tidak terbelah dan, singkatnya, zat disatukan bersama-sama dan konstan.

Ketika Roger Penrose, seorang fisikawan yang mendalami penelitian tentang asal-usul alam semesta, membuktikan bahwa adanya alam semesta bukan kebetulan belaka, ini menunjukkan bahwa pasti ada tujuannya. Bagi sebagian orang, ‘alam semesta itu sudah lama di sana’ dan akan tetap di sana. Kita hanya mendapati diri berada tepat di tengah-tengah benda semesta ini. Pandangan ini mungkin tidak dapat membantu kita dalam memahami alam semesta. Menurut pandangan Penrose, ada banyak masalah yang mendalam tentang alam semesta yang di luar jangkauan indera kita saat ini.

Pandangan Roger Penrose ini sesungguhnya merupakan bahan pemikiran yang baik. Seperti yang kata-kata ini tunjukkan, banyak orang salah mengira bahwa adanya alam semesta dengan segala keharmonisannya yang sempurna itu ada bukan demi apa-apa dan bahwa mereka hidup di alam semesta ini demi peran yang lagi-lagi tidak bermakna.

Akan tetapi, tidaklah lumrah sama sekali bahwa suatu tatanan yang sempurna dan menakjubkan itu terjadi setelah adanya Ledakan Dahsyat, yang bagi kalangan ilmiah berarti pembentukan alam semesta.

Artikel Lain Dari Tetangga
Urban Farming – Lifestyle atau Keharusan?
Memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga kecil
Penampilan Tabulampot Perlu Agar Tampak Indah
Bangun Pagi, Keuntungannya Menjadi Manusia Pagi
Ikan untuk kesehatan
Kalsium Pada Anak Autis, Seberapa Perlu?

Penciptaan

Singkatnya, bila kita periksa sistem hebat ini di alam semesta, kita lihat bahwa adanya alam semesta dan cara kerjanya itu bersandar pada keseimbangan yang sangat cermat dan keteraturan yang, karena terlalu rumit, tidak bisa dijelaskan dengan penyebab-penyebab yang kebetulan. Sebagai bukti, alam semesta sama sekali tidak mungkin terbentuk sendiri atau secara kebetulan setelah terjadinya suatu ledakan dahsyat. Terbentuknya tata aturan sedemikian itu yang mengikuti suatu ledakan seperti Ledakan dahsyat hanya dimungkinkan sebagai hasil dari penciptaan yang supernatural.

Rencana dan tata aturan yang tiada banding itu tentunya membuktikan keberadaan sang Pencipta dengan pengetahuan, kebijakan dan kekuatan yang tidak terbatas, Yang telah menciptakan zat dari sesuatu yang tidak ada dan Yang mengendalikan dan mengaturnya secara berkesinambungan. Sang Pencipta ini ialah Allah, Penguasa langit, bumi dan seisinya. Semua fakta ini juga menunjukkan kita bagaimana filosofi materialisme, yang hanya merupakan suatu dogma abad ke-19, diganti dengan ilmu pengetahuan abad ke-20.

Dengan menguak rencana, disain, dan tata aturan hebat yang lazim ditemui di alam semesta itu, ilmu pengetahuan modern telah membuktikan keberadaan Sang Pencipta Yang telah menciptakan dan mengatur semua makhluk: yaitu, Allah.

Dengan berpijak pada jumlah manusia yang luar biasa banyaknya selama berabad-abad dan bahkan telah mengaburkan sendiri dengan topeng ilmu pengetahuan, materialisme membuat kesalahan besar dan menolak keberadaan Allah, Yang menciptakan dan mengatur zat dari sesuatu yang tidak ada.

Pada suatu hari, materialisme akan dikenang dalam sejarah sebagai keyakinan primitif dan takhyul yang bertentangan dengan akal dan juga ilmu pengetahuan.

Leave a Reply