Anak Burung Gagak Bughats, Rezeki Yang Dijamin

Anak burung gagak - bughats

Ayahbang | Anak burung gagak disebut juga bughats dalam perbendaharaan bahasa arab. Alkisah di salah sudut kota Suriah, seorang guru tengah menikmati secangkir kopi (pasti kopi.kopikarapa) bersama muridnya, sampai kemudian si murid bertanya kepada gurunya.

“Ya Guru, doa apa yang sebaiknya saya haturkan kepada Allah SWT untuk kebaikan hidup saya?”

Sang Guru tersenyum dan menyeruput dalam kopinya, sambil berujar

Aku tidak banyak berkata-kata, yang aku minta adalah agar Allah SWT memberi rezeki kepada aku sebagaimana Allah memberi rezeki kepada bughat.

Apa itu Bughats?

Bughats adalah anak burung gagak yang baru menetas. Dalam bahasa arab burung gagak disebut dengan Ghurab. Namun ketika masih berupa anak burung yang baru menetas maka dia disebut dengan bughats.

Perbedaan keduanya, selain besar dan kecil adalah warna. Anak burung gagak (bughat) ketika baru menetas tidak berbulu seperti layaknya burung. Kulitnya berwarna putih bersih tanpa bulu.

Bagi yang Ingin Memulai Berbudidaya, Cek halaman dibawah ini

Menanam Cabai Sendiri
Memilih Jenis Bibit Cabai. Awas Salah Pilih
Biji Alpukat, Kandungannya Sangat Berharga
Mengenal Pupuk Dasar
Pohon Indonesia Yang Bernilai Sejak Dulu

Warna bulu yang berbeda ini terhyata menimbulkan masalah bagi sang induk. Sang induk tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya putih sementara ia berwarna hitam. Segera saja ia terbang menjauh dan mengawasi dari kejauhan. Ia tidak mau memberi anaknya makanan dan minuman melainkan hanya mengintai dari jauh.

Anak burung kecil malang yang baru menetas dari telur itu tidak memiliki kemampuan untuk banyak bergerak apalagi terbang untuk mencari makan. Lalau bagaimana ia makan dan minum?

Allah lah yang menanggung rezekinya. Tuhan semesta alam yang Maha Pemberi Rezeki memberinya rezeki berupa makanan dan minuman. Bagaimana caranya? Allah menciptakan aroma tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak. Aroma tersebut mengundang berbagai serangga kecil untuk datang kesarang dimana anak gagak berada. Berbagai serangga danm ulat itulah yang menjadi makanan dan minumannya. Kesemuanya datang karena aroma tubuh anak gagagk untuk memenuhi kebutuhannya.

Keadaannya terus seperti itu sampai tumbuhnya bulu berwarna hitam disekujur tubuh anak gagak.

Setelahnya, barulah gagak mengetahui kalau itu adalah anaknya. Turunlah gagak dari tempat pengintaiannya dan memberi makan anaknya sampai si anak dewasa dan bisa terbang mencari makan.

Ketika gagak menghampiri anaknya yang sudah mulai tumbuh bulu, ketika itulah aroma tubuh si anak menghilang sehingga serangga-serangga tidak lagi datang ke sarang si gagak.yang demikian itulah tanda-tanda kebesaran Tuhan Sang Penguasa Semesta.

“Kamilah yg menjamin penghapusan (rezeki) di antara mereka dalam kehidupan di dunia ini.” (QS. Az-Zukhruf : 32)

Leave a Reply